Mengikuti Kompetisi Foto untuk Pertama Kalinya

September 01, 2020

Bandung Barat, 2015.
Tepat tiga tahun yang lalu saya mengikuti lomba foto untuk pertama kalinya dengan tema travelling via Instagram oleh bank DBS dan Kartupos. Ada ribuan peserta yang turut ikut dalam lomba tersebut dengan menyertakan beberapa hastag dan mention ke dua penggiat acara tersebut. Saat itu lomba juga berdekatan dengan perayaan hari kemerdekaan Indonesia, jika tidak salah pembukaan lomba dimulai dari tanggal 18 Juli – 31 Agustus 2017 dengan pengumuman pemenang pada tanggal 15 September 2017, selisih 15 hari dari penutupan lomba. Saya sertakan linknya disini.

Saya tahu lomba ini dari instastory @KartuPos yang akhirnya saya telusuri semua link dan website serta akun DBS untuk mengetahui informasi serta syarat-syarat lengkapnya. Saya isi semua kelengkapan data yang dibutuhkan lalu sayapun mulai mencari-cari foto yang ingin saya ikutkan dalam kompetisi tersebut. Tidak langsung saya upload sih, selama beberapa minggu saya masih setia menganalisa foto-foto yang orang lain yang di-mention-kan di kedua akun penggiat acara tersebut. Itu juga cara saya untuk mencari celah yang bisa saya masuki agar foto dan caption saya terlihat lebih menonjol sebenernya hahaha. Hingga akhirnya 3 hari sebelum kompetisi berakhir saya memulai aksi saya.

Credit Pict @KartuPos
Awalnya saya sudah mulai mencari-cari foto didalam harddisk saya, foto apa sih yang bisa menonjol dan memiliki cerita -hanya dengan memandang sekilas saja-? Foto yang mampu menarik keingintahuan orang lain tentang cerita yang tertampilkan disana. Saya juga berusaha memposisikan diri saya sendiri sebagai penikmat. Sebagai orang lain yang akan menilai kualitas foto saya tersebut. Apalagi dengan ribuan kompetitor yang ikut andil dalam kompetisi ini kan, saya harus berusaha total dengan menampilkan karya yang epik.

Setelah bergelut dengan folder-folder foto yang ada, akhirnya saya memutuskan untuk mengikutsertakan 3 foto. Komposisi yang utama haruslah dari segi kualitas gambar yang tidak pecah, apalagi jika di zoom. Kedua, foto yang mampu menarik keingintahuan orang lain, yang berbeda dan terlihat lain daripada yang lainnya. Salah satu foto tersebut tidak cukup menjanjikan sebenarnya, tapi saya coba ikutkan saja karena tidak ada batas maksimal peng-upload-an per peserta disana. Nah, untuk foto yang satunya lagi, saya merasa cukup percaya diri untuk mendapatkan perhatian orang lain karena terlihat amat berbeda dan cukup menjanjikan. 

Salah satu foto yang saya ikut sertakan pada kompetisi. Tq echa.
Lalu, saya mencoba menyiapkan caption yang kira-kira cocok dengan tema yang ada #travel. Saya mulai bergulat lagi dengan microsoft word untuk membuat caption yang apik dan rapi sebagai pelengkap foto tersebut. Foto yang bagus akan terlihat lebih menjanjikan dengan caption yang bagus juga kan? Saya mencoba untuk membuat caption yang sebagus dan se-real mungkin dengan kondisi saya saat difoto saat itu.

Waktu itu saya sedang bekerja dan disela-sela waktu bekerja saya membuat caption tersebut. Berkali-kali caption diubah agar terlihat lebih baik dan rapi lagi, hingga akhirnya tanggal 31 Agustus 2017 saya mengupload foto tersebut ke Instagram lengkap dengan sedikit analisa pribadi dengan kompetitor lain di satu halaman hastag kompetisi itu. Saya coba scroll dari atas ke bawah terus seperti itu. Mencoba mencari peluang dari kompetitor-kompetitoe lain. Dan saya rasa, foto saya masih cukup terlihat oke diantara foto-foto yang lain. Meskipun saya sempat ragu dan insecure juga dengan foto-foto lain yang luar biasa bagusnya, tapi saya harus tetap yakin kan.

Ada 4.652 Foto yang diikutsertakan saat kompetisi ini berlangsung, klik disini.
Saya sengaja meng-upload foto tersebut dihari terakhir kompetisi karena saya merasa dengan ribuan foto yang ikut dikompetisikan, rasanya sangat menyesakkan jika foto yang saya ikutkan nanti terkubur karena tertumpuk oleh foto lain yang tiap detiknya selalu muncul disana. Dan ternyata benar, sampai pada tanggal 31 Agustus 2017 itu sendiri, ada total 4000an foto yang sudah masuk di-hastag yang wajib kita sertakan itu.

Beberapa hari setelah kompetisi berakhir, saya melihat lagi ke website utama kompetisi ini dan cukup deg-degan melihat total hadiah yang akan diterima oleh sang pemenangnya. Saat itu saya cukup kompetitif dengan mengingankan hadiah utamanya yang sebesar 20 Juta. Hingga hari H pengumuman pemenang datang dan hari itu hari Jumat, masih dengan deg-degan yang tak kunjung hilang dan harapan untuk menjadi salah satu pemenangnya. Saking excited-nya, sampai sore harinya saya lupa bahwa sore itu pengumuman resmi via Instagram @KartuPos dan @DBSbankid akan berlangsung. Malam harinya sekitar pukul 19.00 – 20.00, saya yang sedang asyik menonton drama korea diatas dipan melihat notifikasi HP yang otomatis membuat saya teriak dan lompat karena saya berhasil menjadi Pemenang Kedua!

Saya teriak kegirangan di kosan, yang untungnya setiap jumat malam sampai minggu sore selalu sepi hahaha. Bagaimana tidak coba? Itu pertama kalinya saya ikut kompetisi dan langsung mendapatkan hadiah senilai 10 Juta rupiah. Meskipun hadiah tersebut tidak bisa diuangkan, namun saya sudah cukup bahagia untuk mendapatkan tiket travel gratis ke salah satu lokasi yang nantinya saya ambil untuk liburan.


Pemenang Unggulan #LiveMoreSociety #DBSxKartuPos source foto @DBSbankid
Setelah berbulan-bulan berpikir sayapun memutuskan untuk mengambil trip ke Eropa Barat saja dengan anggapan saya hanya akan mendapat tiket pesawatnya dan lumayan juga bisa irit 10 juta kesana. Karena saya hanya terima jadi, maka untuk pembelian tiket pesawat dilakukan oleh @Kartupos dan saya mendapatkan pesawat Vietman Airlines yang mungkin saat itu nilai pembeliannya kurang lebih 9,5 Juta. Sisanya saya ikut dibookingkan beberapa hostel oleh beliau dengan mentransfer kekurangan biaya ke rekening pribadi yang bersangkutan.

Bulan Mei 2018 akhirnya saya berangkat ke Eropa seorang diri hanya dengan membawa koper 21”. Lucu juga kenapa saya hanya membawa koper sekecil itu dulu haha, malah saya membawa tas duffle juga yang akhirnya malah merepotkan sekali saat harus pindah ke suatu tempat. Memang paling bener bawa koper besar kalau ke Eropa tuh bisa muat banyak.

Saat didalam pesawat saya merasa melow sekali karena tiba-tiba kepikiran dengan orang tua saya yang sangat jauh dari saya saat itu. Kepikiran jika ada apa-apa saya harus menempuh jarak yang teramat jauh. Dan memang itu merupakan tempat terjauh yang pernah saya tempuh seumur hidup saya, Eropa. Benua yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan akan saya kunjungi. Ya selain mahal, saya juga tidak mengenal secara jauh tentang negara-negara disana. Trip kali itu membukakan mata saya lebih luas lagi. Bahwa ada benua yang sangat indah yang penuh orang-orang dari berbagai belahan dunia dan ras. Dunia yang sangat berbeda dengan dunia saya tinggal.

Ternyata feeling saya benar, beberapa hari sebelum trip ini berakhir saya harus mengalami musibah di Belgia. Saya harus masuk ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD) di GZA Sint-Vincentius dan saat itu juga harus menjalani operasi. Kebahagiaan mendapatkan hadiah dari kompetisi foto ternyata membawa saya ke jalan ini, jalan operasi.
Invoice dari Rumah Sakit di Belgia.


You Might Also Like

0 Comments

Bookshelf: Favorite

The Notebook
A Woman Is No Man
A Copy of My Mind
Ayah
Gadis Kretek
Inteligensi Embun Pagi
Gelombang
Amba: Sebuah Novel
Supernova: Akar
Supernova: Petir
Partikel
Cantik itu Luka
Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
Ronggeng Dukuh Paruk
Pulang
Bumi Manusia

Quotes

“Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.” Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

Goodreads

2020 Reading Challenge

2020 Reading Challenge
Umi has read 3 books toward her goal of 12 books.
hide