Jepang: Hmm, Cowok yang Aneh | Shibuya Tokyo

November 09, 2020


29/11 – TOKYO (ASAKUSA, SHIBUYA, HARAJUKU, SHINJUKU)

Hari ke tujuh kami di Jepang belum juga berubah. Kami masih mengigil kedinginan kala angin menampar-nampar tubuh kami dengan seenaknya. Masih misuh-misuh sambil tertawa berdua meratapi nasib kami yang belum juga tahan dengan hawa dingin yang masih asyik mengerayangi tubuh kami. Dan seperti biasa, kami bangun pagi dan langsung bersiap untuk menuju ke Shibuya lagi karena malam sebelumnya kami hanya berhasil mengantri makan malam saja disana. Namun sebelum ke Shibuya, kami sengaja berjalan-jalan sebentar ke area Asakusa Castle yang letaknya hanya selemparan batu dari hotel kami disana.

Di Asakusa Castle kami juga mengambil fortune paper lagi berharap saya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik daripada sebelumnya. Tapi nyatanya hasilnya sama saja seperti saat di Kyoto sebelumnya, hasil yang kami dapat tetaplah sama. Teman saya dengan keberuntungannya dan saya masih juga mendapat fortune paper yang bertuliskan ketidakberuntungan, lagi, ffft. Lumanyan bikin parno juga saat itu, niat kami yang cuma iseng-iseng saja ternyata berujung bencana gitu hahaha. Parno juga karena selama dua kali iseng-iseng ini, hasil yang saya dapat masih sama persis. Isinya juga sesuai dengan yang saya rasakan saat itu, entah yang berkaitan dengan cinta entah juga yang berkaitan dengan hal lainnya. Saya saat itu sedang galau untuk melanjutkan pekerjaan di tempat saya bekerja saat itu atau tidak, dan fortune paper ini tertulis untuk tidak keluar dulu karena situasi sedang tidak baik. Dan ternyata benar kan, beberapa bulan setelah itu Covid19 datang, padahal saya sudah ancang-ancang untuk resign dari pekerjaan dan istirahat bekerja selama 3 bulan. Untungnya saya juga tidak jadi resign dan tetap bekerja hingga sekarang.


Kami kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Sumida Park sambil mengambil foto berbackground Tokyo Tower. Diperjalanan menuju Tokyo Tower, kami melihat anak-anak kecil yang sedang berjalan ke arah taman bersama guru-gurunya. Mereka terlihat imut dan lucu sekali, mungkin mereka masih di usia daycare karena masih sangat kecil-kecil sekali bahkan ada yang masih perlu didorong. Saya sempat ingin memfoto mereka dari dekat saat di Sumida Park namun tidak diijinkan oleh guru-guru tersebut. Namun, saya juga sudah sedikit mengambil foto dari daycare lain yang saya temui diperjalanan tadi, saya kira tidak masalah asal wajah anak-anak tersebut tidak diperlihatkan. Kami kemudian berjalan ke arah subway untuk menuju ke area Shibuya lagi. Kami masih penasaran dengan Torikatsu Chicken Shibuya yang tadi malam sudah keburu tutup sebelum kami sampai disana. Katanya sih dagingnya sangat lembut dan rasanya enak, makanya kami pengen kesana untuk mencicipinya.

Belajar dari pengalaman malam sebelumnya saat google maps kami lari-lari sendiri, akhirnya kami hafalkan saja rute tersebut saat duduk di subway. Kami juga sudah cukup tahu rutenya karena tadi malam sudah sampai di titik terdekat dengan lokasi ini. Dan pagi itu, sampai stasiun shibuya kami langsung bisa sampai disana tanpa perlu mengecek lokasinya lagi via google maps. Sebenarnya lokasinya lumayan tricky karena berada di gang kecil (lihat gambar dibawah dan perhatikan garis merah) dan masuk di antar gedung-gedung lain gitu, sign restorannya pun memakai kanji dan masih harus masuk gedung juga dari sign tersebut. Tapi karena kami berdua sudah melihat sign foto-nya dari review di google maps, kamipun berhasil sampai disana dengan mengikuti petunjuk tersebut. Dan karena saat itu restaurant ini baru buka, kami juga tidak perlu antri untuk bisa mendapatkan kursi di restonya. Kami berdua saat itu memesan Chicken Tori Katsu dan tanpa menunggu lama makanan sudah tersaji di meja kami, Bon appétit!