Perbandingan: Earphone Bluetooth vs Headset Kabel

November 27, 2020

Beberapa waktu lalu saya sempat merasa kesal karena tidak bisa menemukan perbandingan antara Earphone Bluetooth vs Headset Kabel. Dua benda yang sama-sama kita gunakan untuk menikmati suara musik dari handphone kita ini benarlah sangat sakral karena bisa menjadi penentu kebahagiaan kita setelahnya. Saya akan sedikit mengulas perbandingan antara keduanya, baik kelebihan maupun kelemahannya pada tulisan ini, simak ya!

Hampir semua orang yang memiliki handphone pastilah memiliki benda ini, headset. Dalam paket pembelian handphone akan ada headset kabel yang teserta didalamnya, meskipun tidak semuanya karena ada harga minimal untuk mendapatkan ini namun orang-orang pasti akan membeli lagi headset tersebut secara terpisah sebagai pelengkap. Memiliki headset memanglah menyenangkan, orang-orang jadi bisa mendengarkan musik ataupun video tanpa mengganggu orang lain disekitarnya.

Kencangnya suara yang dihidupkan saat mendengarkan musik ataupun menonton video bisa membuat orang sekitar tidak nyaman. Cara termudah untuk tidak mengganggu orang lain tersebut adalah dengan memasang headset/earphone ditelinga kita. Orang-orangpun juga tidak akan ada yang tahu apa yang kita dengar atau tonton karena headset bisa membuat ketertarikan kita menjadi sebuah privasi. Kita dan orang disekitarpun akhirnya sama-sama enak, tidak mengganggu dan tidak terganggu.

Namun, akhir-akhir ini headset kabel yang sebelumnya tinggal colok saja ini mengalami inovasi. Ada earphone tanpa kabel yang bisa kita koneksikan kedalam handphone hanya dengan jaringan wifi maupun bluetooth yang juga tampil didalam handphone masa kini ini. Tentunya hal ini muncul karena beberapa pertimbangan dari min/plus si headset awal yang menggunakan kabel tersebut. Namun masih banyak orang yang tidak bisa menentukan mana yang lebih baik dan cocok untuk mereka gunakan karena tak lagi seperti dulu yang tanpa pilihan, kini kita memiliki dua pilihan: Headset Kabel atau Earphone Bluetooth.

Berawal dari kekesalan yang saya sampaikan diatas, cerita tersebut dimulai saat beberapa waktu lalu headset kabel bawaan saya tiba-tiba mati sebelah. Saya tiba-tiba menjadi bimbang untuk menentukan headset/earphone mana yang terbaik untuk saya. Namun karena informasi yang tersedia masih kurang, sayapun gamang mau membeli yang mana hingga akhirnya berbulan sudah saya tidak juga membeli barang ini. Memiliki dua benda dengan fungsi yang sama untuk dibandingkan ternyata membuat saya kebingungan. Hingga akhirnya saya putuskan saja untuk mencoba dulu earphone ber-bluetooth ini, pertimbangan terbesarnya karena earphone bluetooth ini yang belum pernah saya coba. Saya memilih  Miisoo i12 Pro TWS seharga 40rb rupiah dahulu untuk nantinya saya putuskan lagi untuk mengupgradenya kembali atau tidak.

Dan setelah berhari-hari sudah saya memakai Earphone Bluetooth ini maka sekarang saya sudah bisa membandingkan diantara keduanya seperti berikut:

Earphone Bluetooth

Kelebihan

1. Praktis karena memiliki tempat tersendiri untuk menaruh earphone tersebut.

2. Jarak dengar bisa sampai bermeter-meter tanpa perlu membawa handphone sekalipun.

Kelemahan

1. Sangat sensitif, kena sentuh sedikit mati bahkan hanya terkena sentuh kain jilbab ataupun bantal sekalipun mati.

2. Ribet karena harus mengoneksikan bluetoothnya terlebih dahulu.

3. Harus isi daya baterai, tiap sisi earphone memiliki daya yang berbeda, kadang satu earphone sudah mati duluan dan butuh waktu untuk menambah dayanya.

Headset Kabel

Kelebihan

1. Tak perlu repot karena tinggal colok ke lubang di Handphone dan voila suara langsung keluar.

2. Tidak sensitif dan enak dipakai dengan posisi bagaimanapun.

3. Tidak perlu menambah daya karena tidak membutuhkan baterai dan sangat praktis.

Kelemahan

1. Kabel yang riskan dan butuh diatur sedemikian rupa agar tidak mbruwet.

2. Harus dibawa berdekatan agar suara tetap bisa didengar.

Kesimpulan

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, namun menurut saya, Headset Kabel tetaplah yang paling enak untuk dipakai. Selain sangat praktis karena tinggal colok dan tidak memerlukan isi ulang daya baterai, Headset Kabel juga tidak sensitif oleh sentuhan. Kita bisa bergulingan diatas dipan tanpa takut powernya mati, tak perlu juga mengatur posisi agar tak tersentuh hingga menyebabkan sang suara hilang begitu saja.

Saya sangat terganggu saat sendang asyik-asyiknya menjiwai sebuah lagu, tiba-tiba Earphone mati begitu saja hanya karena kena gesek sang rambut maupun benda disebelah saya lainnya. Lain halnya dengan Headset Kabel yang terus bisa kita nikmati suaranya meski dengan posisi kepala kita yang mencong kemanapun. Pun tidak perlu takut kehilangan daya karena Headset Kabel akan mati hanya saat kabel dicabut dari si colokan dan hanya saat handphone mati daya.

Inovasi memanglah bagus dan memang sangat menyenangkan bisa mendengar lagu dari handphone tanpa perlu membawa sang handphone setiap saat di saku kita. Tapi, inovasi memang tidaklah untuk semua orang. Orang yang malas ribet pasti tidak akan memilih sang earphone, apalagi orang dewasa yang butuh kesederhanaan.

Mungkin ada Earphone Bluetooth yang tidak sesensitif seperti yang saya punya karena memang Earphone Bluetooth yang saya punya hanyalah earphone icik-icik seharga 40rb rupiah. Ya namanya juga sedang trial kan, tapi kalau kedepan saya berkesempatan bisa mencoba Earphone Bluetooth mahal yang punya tingkat kesensitifan lebih rendah dari earphone yang saya punya ini, saya tentu akan sangat berterimakasih. Bisa jadi saya akan beralih dari Headset Kabel dambaan saya ke Earphone Bluetooth kan?

Tapi tetap, untuk saat ini saya masih lebih condong memilih ke Headset Kabel saja karena kepraktisan dan kesederhaannya ini. Kalau kalian bagaimana?


umiatikah



You Might Also Like

0 Comments

Bookshelf: Favorite

The Notebook
A Woman Is No Man
A Copy of My Mind
Ayah
Gadis Kretek
Inteligensi Embun Pagi
Gelombang
Amba: Sebuah Novel
Supernova: Akar
Supernova: Petir
Partikel
Cantik itu Luka
Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
Ronggeng Dukuh Paruk
Pulang
Bumi Manusia

Quotes

“Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.” Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

Goodreads

2020 Reading Challenge

2020 Reading Challenge
Umi has read 3 books toward her goal of 12 books.
hide