KECEWA & MAAF

March 29, 2021

Kecewa, weekend ini saya merasa sangat kecewa oleh teman serumah yang seenaknya membatalkan janji tanpa meminta maaf sekalipun.

Hari rabu atau kamis kalau tidak salah, selepas pulang kantor tiba-tiba teman ini berbicara kalau dirinya ingin sekali keluar Purwakarta. Sudah sepet karena semenjak korona menghantam dunia kami sama sekali tidak pergi kemana-mana, hanya dirumah menimbun lemak yang tak terkira banyaknya mengendap ditubuh sekarang. Saya yang memang sebelumnya sudah berkeinginan untuk melihat laut di kota Jakarta akhirnya menawarkan untuk main ke PIK bersama di weekend nanti, apalagi teman sedang tidak ada jadwal lembur, pas sekali timingnya. Saat itupun dia juga menawarkan untuk pergi ke Taman Mangrove serta ingin sekedar melihat laut serta jalan-jalan saja diarea PIK. Karena tidak mungkin seharian PP Purwakarta-Jakarta maka kami berniat untuk menginap di Jakarta sekalian. Kami berdua cukup excited hingga membuat saya bergegas dihari setelahnya untuk mencari informasi cara untuk ke PIK dari Purwakarta tempat kami tinggal sekarang.

Hari jumat sayapun mulai mencari transportasi serta hotel yang akan kami pakai nantinya, berseluncur dari satu tab ke tab lainnya di menu google chrome, belum lagi google maps serta informasi transportasi yang rutenya tentu tak semudah sebelum korona melanda. Ada 3 kemungkinan transportasi yang kudapat saat itu untuk kusampaikan ke teman ini malamnya,

1. Naik Kereta Lokal Walahar hingga St Cikarang lanjut naik KRL sampai Stasiun Jakarta Kota lalu nge-Grab atau naik busway,

2. Naik Shuttle hingga Pancoran dilanjutkan dengan naik Busway, atau

3. Naik Bus Damri hingga CGK lalu naik grab.

tidak hanya itu, sayapun sudah mendapatkan beberapa lokasi hostel maupun hotel untuk nantinya kami inapi karena rencana awal memang kami akan menginap disana.

Saya sangat excited saat itu, semua rute serta tempat kuliner yang ingin saya singgahi sudah saya atur sedemikian rupa sampai saya turut menyampaikannya ke teman grub saya yang memang tinggal di Jakarta. Teman Jakarta inipun sampai mengusulkan untuk bisa bertemu disana nantinya, meskipun saya tolak karena memang ingin fokus melepas penat bersama teman serumah ini disana.

Namun semua berubah ketika teman serumah saya tiba-tiba dengan entengnya bilang ke saya "Ga ah, udah ga mood" saat saya tanyai jumat sorenya apakah besok jadi berangkat atau tidak. Dengan entengnya menjawab seperti itu dengan tertawa-tawa tanpa mau tahu betapa kecewa dan sakit hatinya saya saat itu.

Saya lalu diam, sepanjang perjalanan ke rumah saya diam saking kecewanya, lalu sampai rumah masih kutanya untuk kedua kalinya. "Beneran ga jadi?" dia hanya menjawab "Mau jam berapa?" tanpa memberi jawaban pasti jadi atau tidaknya. Parahnya sepanjang sabtu dia mengunci pintu kamarnya tanpa sekalipun mengucapkan kata maaf maupun memberikan kepastian jadi tidaknya ke saya.

Apakah mengucapkan kata maaf memang sesulit itu? Iya, maaf saja tidak cukup untuk memulihkan rasa kecewa serta waktu saya yang terbuang percuma untuk mencari cara agar bisa ke lokasi tersebut jumat lalu. Tapi kata maaf sudah lebih dari cukup untuk mengakui bahwa dirimu itu sudah bertindak salah dan tidak seharusnya berlaku seperti itu seenakmu sendiri. Saya kira orang yang sudah beranjak dewasa tidak seharusnya bersikap seenaknya sendiri serta seegois itu bertindak, apalagi sebelumnya sudah merencanakan sesuatu itu berdua.


umiatikah

You Might Also Like

0 Comments

Bookshelf: Favorite

The Notebook
A Woman Is No Man
A Copy of My Mind
Ayah
Gadis Kretek
Inteligensi Embun Pagi
Gelombang
Amba: Sebuah Novel
Supernova: Akar
Supernova: Petir
Partikel
Cantik itu Luka
Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
Ronggeng Dukuh Paruk
Pulang
Bumi Manusia

Quotes

“Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.” Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

Goodreads

2020 Reading Challenge

2020 Reading Challenge
Umi has read 3 books toward her goal of 12 books.
hide