Recap 2021-ku Dalam Satu Pos

December 31, 2021


Desember lagi. Tak terasa 2021 tinggal 31 hari lagi usai dan saya merayakan itu sejak perpindahan tanggal terjadi dari 30 November 2021 pukul 23.59 ke 01 Desember 2021 pukul 00.01. Segitunya banget ya, ya ngepas aja sebenernya sih, soalnya pas aja saya lagi melek jam segitu sampai jam 02.00. Sudah sempat posting story di IG juga lagi pake background putih ditempeli lagunya Sara Bareilles berjudul December, dengar lagunya disini.

Desember, Desember. Bulan dimana semua orang mulai bergumam "tak terasa ya sudah mau tahun baru" datang. Ada yang bersuka, tapi lebih banyak yang berduka, terutama bagi mereka yang merasa tidak memiliki pencapaian apa-apa di tahun ini. Berbeda dengan orang yang hidup di desa yang tak banyak melihat tanggalan, orang-orang di kota hampir setiap harinya harus melihat tanggalan untuk mengejar deadline kerja kantoran yang semakin mendekat. Saya termasuk daftar dibelakang itu, sehari-hari harus melihat tanggalan dan praktis paham benar kalau hari ini hari pertama saya mulai menghitung hari sampai tahun baru datang dimulai. Menghitung dimulai...

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana saya hampir tidak pernah merekap kejadian-kejadian dihidup saya selama setahun tertentu, tahun 2021 ini saya akan mulai merekap apa yang terjadi di hidup saya selama 12 bulan ini. Apakah ada bahagia-bahagianya? Ada. Apakah ada sedih-sedihnya? Tentu. Apakah ada frustasi-frustasinya? Jelas. Hidup selama 12 bulan (saat ini 11 bulan ya), ga mungkin bahagia terus, ga mungkin juga sedih terus. Pasti ada naik turunnya, karena itulah hidup, drama kehidupan. Saya akan mulai merekapnya sekarang.

Januari

Trading, Grub Telegram.

Sejak Desember 2020 saya mulai masuk ke dunia trading saham dan masih lanjut sampai Januari 2021 ini, bedanya, di Januari 2021 saya mulai masuk ke trading Cryptocurrency yang membuat saya kegirangan saat itu karena bisa mendapatkan cuan beratus-ratus persen hanya dalam beberapa hari. Cuma memang, saat itu saya masih mencoba-coba dulu, jadi modal yang masuk di Cryptocurrency hanya setotal sejuta saja. Tapi jangan salah, 1 juta itu tiba-tiba menjadi 3 jutaan lho, dan itu membuat saya makin yakin akan menggeluti dunia cryptocurrency ini dengan belajar lebh giat lagi mengenai Tehnicall Analyst.

Pada bulan ini juga saya bergabung dengan Grub di telegram bernama "Belajar Amibroker" yang sekarang sudah berubah menjadi "Jelita - Trading Bareng Jelita" yang membuat saya menemukan keluarga baru. Keluarga anti pompom yang benar-benar sabar mengajari kita (anggotanya) untuk bisa membaca chart dan menganalisa saham secara mandiri. Memang awalnya saya masuk ke grub ini karena ingin belajar Amibroker, namun akhirnya saya malah mendapat lebih dari itu. Teman, ilmu, dan lain-lainnya. Cukup membuat saya lupa kalau saat itu saya sedang patah hati, karena setiap pulang kerja sampai saat saya bangun tidur yang saya fokuskan hanyalah membaca chat didalam grub yang isinya ilmu tentang trading semua. Tentang candlestick, EV, HTF, dan lain-lainnya. 

Dalam dunia saham ataupun pertradingan, ada dua jenis cara yang bisa digunakan, apa itu? Fundamental Analis dan Teknikal Analis, saya tipikal anak teknis ya, jadi sudah jelas saya masuk di kategoti Teknikal Analis. Pada Fundamental Analis, investor lebih condong melihat kinerja perusahaan yang akan dibeli/investasikan sahamnya, berapa nilai laba-ruginya, bagaimana berita yang beredar dilapangan dan lain-lain. Orang yang invest disini cenderung melihat berita dan kegiatan apa yang akan perusahaan itu lakukan, juga sentimen orang-orang terkait barang yang mereka produksi. Misal Batu Bara, pasti bakal up saat musim dingin tiba, atau contoh juga farmasi di awal tahun kemarin yang gila-gilaan, karena sentimen vaksin covid-19 yang akan tiba di Indonesia.

Nah itu tadi tentang fundamental Analis ya, kalau Teknikal Analis sendiri ini kebalikannya dari fundamental analis. Meskipun kebalikan belum tentu dia tidak menghasilkan cuan ya, malahan, sebelum isu itu tiba teknikal analis sudah bisa membaca duluan terkait kenaikan volume yang terlihat dari chart. Rumus sederhana dari Volume ini ialah, saat volume naik tetapi harga disitu-situ saja, artinya kita harus kejar atau beli, karena saat itu ada orang yang sedang mengakumulasi saham tersebut. Karena saat akumulasi selesai, isu akan keluar dan orang dengan tipe fundamental analis baru masuk saat kita sudah masuk duluan di harga lebih rendah tadi. Lalu volume naik harga naik, beli. Volume turun harga naik, jual, waspada, bisa jadi nanti kena ARB berturut-turut. Itulah enaknya Teknikal Analis. Keduanya sama-sama bagus, cocokkan saja dengan gaya kita masing-masing. Lebih enak lagi kalau ada amibroker tadi, karena sistem sudah memfilter mana saja saham-saham yang memenuhi kriteria beli kita darisana secara otomatis.

Januari ini saya menemukan ketertarikan saya yang baru di dunia Teknikal Analis lewat grub gratis di telegram yang saat saya bergabung anggotanya masih 400/600 orang (lupa) dan sekarang sudah mencapai 3700an orang. Ya, saat itu saya masih menjadi murid yang masih malu-malu dan takut salah sampai si owner grub mendatangi saya lewat chat-chat bercandanya, mengundang saya masuk ke grub alertnya gratis, dan memberi ilmu ke saya tak henti-hentinya.

Februari

Opname, Teman Baru.

Bulan ini bulan yang menyakitkan karena penyakit yang lama hilang muncul lagi. Berawal dari awal januari punggung terasa sakit sekali, tapi karena berbarengan dengan menstruasi jadi saat itu saya tak terlalu ambil pusing. Saya tetap berangkat kerja selama sebulan dengan punggung yang sesakit itu, karena menstruasi sudah selesai tapi punggung kok malah lebih sakit lagi. Akhirnya saya pikir karena berat badan saya yang naik drastislah penyebabnya. Lalu lama-lama punggung tambah sakit sekali sampai saya berdiri dari dipan saja tidak bisa dan harus pegangan dinding, ini sudah hampir 2 bulan sejak awal tahun dan saya belum ke dokter. Disitulah akhirnya saya bertanya ke Dia via DM IG untuk meminta masukan ke dokter mana sebaiknya saya berkunjung dengan keluhan saya saat itu.

Hari Jumat saat itu, jumat pagi tanggal 19 Februari 2020 saya meminta teman serumah saya yang baru pulang kerja (shift malam) mengantar saya ke UGD RS Siloam Purwakarta. Pada saat itu sakit yang saya rasakan sudah sakit menjadi-jadi sampai saya tidak sanggup untuk menggerakkan badan saya barang sedikitpun. Dan pada saat itu diputuskanlah saya untuk opname (lagi) setelah beberapa pertimbangan. Awalnya saya nantinya dibawah dokter urology dengan anggapan ada sesuatu di ginjal saya. Tetapi setelah semalam dirawat inap besoknya saya dikasih tau bahwa saya akan dibawah naungan dokter kandungan. Dan karena ruang rawat inap dokter kandungan itu berbeda dengan ruang inap dokter lainnya, maka sayapun sorenya dipindahkan ke ruang inap anak. Syukurnya saya mendapat ruangan dengan 2 bed tapi hanya terisi oleh saya sendiri selama 2 hari, karena 2 hari lainnya bed sebelah sudah terisi.

Saat itu ternyata PID saya muncul lagi, ada cairan di rahim saya yang harus dibersihkan dengan menggunakan antibiotic. Setelah 2-3 hari pemakaian antibiotic, badan saya pelan-pelan bisa digerakkan hingga akhirnya hari senin saya bertemu dengan dokter kandungan saya dan diminta untuk rawat inap sampai hari selasa atau total 5 hari di RS. Antibiotic yang masuk ke tubuh saya minimal harus selama 4 hari, dan benar saja, dalam waktu 4 hari badan saya sudah pelan2 kembali bisa digerakkan dan cairan di rahim saya sudah tidak terlihat lagi, saya di perbolehkan pulang di hari ke 5.

Selama rawat inap tersebut, karena sedang dalam situasi covid-19, pasien dan perawat tetap diwajibkan memakai masker meskipun saat tidur-pun. Pada saat rawat inap itupun saya juga tetap trading saham dan mendapat 3-4 saham ARA di hari itu. Teman-teman di grub saham mendoakan saya dan mengomeli saya juga karena lagi sakit kok masih saja trading lol, saya diminta istirahat total oleh mereka. Ya, tapi saya juga bosan kalau cuma tiduran, jadi tetap saja saya trading dan belajar Teknikal Analis. Saya juga mendapat teman-teman baru di grub ini dan saling bercanda di grub sharing tontonan drama korea yang berakhir kita sedikit di setrap oleh ownernya. Ya namanya juga grub belajar, tapi ya owner paham kok kalau ga harus 100% grub itu isinya belajar saja, jadi kami masih tenang.

Maret

Resign, Grub Telegram Baru.

Sebenarnya saya sudah ingin resign dari tempat kerja saya ini sejak 2020 lalu, namun karena pandemi datang akhirnya saya tidak jadi mengajukan resign. Pada januari saya sudah mengekekeuhkan diri untuk resign pada tahun ini karena ada sedikit salah paham dengan bos. Sayapun mengajukan surat resign ke HRD dengan tangisan yag tak henti-hentinya untuk berhenti kerja pada 15 Juli 2021 nanti. Saya sudah fixed dengan keputusan saya ini saat itu, sampai saya sampaikan ke karyawan lain yang dekat dengan saya juga. Apalagi pada Maret ini bos saya memarahi saya habis-habisan karena saya menegur karyawan lain yang tidur disaat jam kerja pada januari lalu dan mendiamkan saya selama tiga bulan itu. Saya cukup kesal karena saya malah yang disalahkan karena menegur orang yang salah tambah berapi-api ingin resign dari kantor tersebut.

Pada Bulan ini juga saya dan 3 teman dari grub saham membuat grub baru berisikan kami berempat. Kami berinovasi membuat alert dan bot chart sendiri dengan rumus yang kami buat dari hasil belajar di grub belajar saham. Selain urusan saham kami juga seperti membentuk gank baru disini yag isinya dagelan doang, curhatan, dan lain-lainnya. Intinya tidak kaku banget lah, sudah seperti grub dengan teman lama saja. Disini saya meracuni 3 teman saya untuk masuk ke dunia crypto dan memberi mereka sedikit pengetahuan yang saya tahu mengenai cryptocurrency. Ya pada bulan ini mereka masih membaca sana-sini belum memutuskan untuk membuat akun crypto tapi setidaknya racun saya sudah mulai mengembang ke otak mereka hahaha, ketawa devil.

April

Peak of Cryptocurrency, Kakak Menikah.

Iya crypto yang saya beli di bulan ini naik gila-gilaan sampe aset saya naik lumayan. Cuma karena saya masih serakah, saya biarkan saja crypto saya jalan-jalan sendiri.

April ini kakak saya juga menikah untuk kedua kalinya setelah menjadi duda hampir 2 tahun. Saya pulang ke rumah selama 4 hari dan menikmati suasana kampung halaman dengan hikmat bersama sepupu-sepupu yang juga pulang ke rumah saat itu. Sebagai satu-satunya kakak yang berumur dan masih single, mau tidak mau saya harus memomong mereka semua. Mengajari mereka untuk menikmati sunset maupun sunrise, serta kabut di sisi hutan belakang rumah yang sangat syahdu untuk dinikmati di pagi hari.

Pada april ini juga saya memutuskan untuk menarik surat resign saya dari HRD karena saya tidak tega meninggalkan bos saya sendiri. Saya tidak tega membuat beliau sedih karena berkat beliaulah saya bisa diposisi saat itu. Saya menarik surat resign saya dan berharap akan mengajukan lagi untuk resign pada Oktober 2021. Sementara ini saya ingin mentraining rekan kerja saya agar bos saya tidak perlu mentraining mereka saat saya resign nanti. Namun rencana tinggallah rencana.

Mei

Cryptocurrency Drop, Left Grub, Beli Mobil.

Saya sudah tahu kalau Mei kemungkinan crypto akan drop, tapi saya tidak tahu kalau dropnya itu di tanggal belasan, bukan tanggan dua puluhan. Aset saya yang naik bertubi2 tiba2 drop sampai lose sangat banyak sekali. Saya sampai down dan misuh-misuh di grub berakhir left grub selama beberapa hari dan di invite ulang oleh teman. Aset crypto saya hold saja dan tidak saya jual, salah saya juga tidak set loss saat itu. Di bulan ini juga saya dan salah satu teman di grub menjadi renggang dalam berkomunikasi dan mungkin karena saya left grub itu membuat dia salah paham dikira saya left karena dia.

Karena lebaran saya tidak pulang, saya memutuskan untuk pulang saat tanggal merah akhir mei selama 4 hari. Saya juga saat itu bersama orang tua pergi ke Kota untuk membeli mobil baru, pertama kalinya juga setelah sekian lama kami berkumpul bersama, makan di luar dan semobil bareng. Lengkap dari Bapak, Ibu, Kakak, Istri Kakak, Anak Kakak, Adik, dan Saya. Cuma ada satu anak kakak saya lainnya yang tidak bisa ikut dan itu menyedihkan. Saya sangat bahagia bisa berkumpul bersama keluarga tanpa ada orang luar yang masuk kedalamnya, kalian tahu kan saya ini love language-nya quality time, artinya saya akan sangat tidak suka ketika ada orang luar masuk saat sedang berkumpul dengan orang yg saya sayangi.

Juni

Positive Covid-19 Massal di Kantor.

Pada bulan ini, 2 minggu setelah saya masuk kerja lagi, bos saya pada tanggal 15 Juni pulang ke rumah setelah meeting bersama saya dan rekan kerja. Beliau pulang pada jam 11.00 karena akan ke Rumah Sakit mengantar istrinya berobat. Ini juga ternyata merupakan hari terakhir saya melihat beliau untuk selamanya. Karena beberapa hari setelahnya beliau dinyatakan positif Covid-19 begitu juga dengan istrinya dan satu anak laki-lakinya.

Saat itu kami tidak berpikir apa-apa selain berpikir bahwa beliau akan kembali bekerja bersama kami disini dalam waktu 14 hari kedepan. Kami tidak tahu kalau pasien dengan komorbid Jantung, Ginjal, dll kemungkinan hidupnya akan sangat kecil jika tidak segera dibawa ke Rumah Sakit. Andai kami tahu, kami akan memberitahu beliau untuk di rawat di Rumah Sakit saja sejak hari itu, bukannya membiarkan beliau untuk isolasi mandiri di rumah.

Saat itu saya masih belum tahu kalau beliau dalam kondisi yang kritis sampai akhirnya pada hari senin 28 Juni 2021 saya mendapat kabar kalau pada jumatnya bapak dan istrinya diangkut ambulan ke rumah sakit. Saat itu saya masih bisa chat dengan beliau, sampai selasanya saya mendapat kabar dari anak perempuannya kalau senin malam bapak dalam kondisi kritis. Dari hari itu, malam-malam saya berubah, saya selalu memimpikan beliau dan itu pertama kalinya saya memiliki perasaan buruk itu, perasaan bahwa beliau akan pergi, selamanya.

Saya masih tetap menghubungi putri beliau dan beberapa kali saya diberi tahu bahwa beliau kritis lagi dan lagi. Saya tidak begitu mengerti sekritis apa kondisi beliau karena saya masih menepis pikiran buruk itu dan berdoa agar beliau cepat sembuh. Dan saat itu juga akhirnya saya berani melaporkan kondisi beliau ke Direktur kami di Jepang sana. Diputuskan juga untuk seluruh Karyawan dilakukan PCR bersama, dan benar 50% karyawan kami positif Covid-19 dan kami kelimpungan di kantor mengurus semua itu tanpa pimpinan karena pimpinan kami sedang berjuang bersama keluarganya melawan Covid-19 di Rumah Sakit. Kami hanya bisa berusaha dan mendoakan beliau dan istrinya agar segera sehat kembali.

Juli

Kehilangan Terbesar.

Saya pernah kehilangan simbah-simbah saya, namun kali ini berbeda. Pada tanggal 8 Juli 2021, saya mengechat beliau mengenai pekerjaan dan saya akhiri dengan kalimat "Semoga Bapak dan Ibu segera sehat kembali, kami disini merindukan kehadiran Bapak." Lalu, anak laki-lakinya menelepon saya dengan sesengukan memberitahu saya: "Mbak, sepertinya ini sudah waktunya bapak mbak, hanya keajaiban yang bisa mengembalikan bapak, mohon doanya mbak." dan sayapun menangis histeris karena tepisan saya ke perasaan buruk saya sebelumnya ternyata tidak berhasil. Perasaan buruk saya terjadi, dan beliau pergi untuk selamanya. Saya menangis tanpa henti, karena beliau sudah seperti bapak saya sendiri saya merasakan kehilangan itu. Kehilangan yang lebih besar dari saat saya kehilangan simbah-simbah saya. Badan saya drop, saya sampai pingsan di jalan saat mengendarai motor.

Tidak hanya itu, keesokan harinya saat saya melayat ke rumah beliau, anak beliau mendapat telepon dari Rumah Sakit kalau kondisi ibu saat itu drop, beberapa menit kemudian anak-anak beliau menangis histeris dari dalam rumah dan ibu meninggal. Saya langsung lari ke arah anak perempuannya dan memeluknya. Saya hanya bisa memeluk tanpa bisa berkata apa-apa. Bayangkan kehilangan satu ayah saja sudah sangat menyayat hati, ini dalam waktu beda sehari ibunya juga meninggal. Semua karena Covid-19 sialan! Jahat sekali virus ini. Yang paling menyayat adalah saat anak perempuan dipelukan saya saat itu berkata, "Mbak, cuma tinggal berdua sekarang mbak, cuma tinggal berdua." bagaimana tidak tersayat hati ini mendengar kalimat itu.

Kehilangan terbesar dalam hidup saya ada pada bulan ini, selain kehilangan saya dan dua rekan kerja saya yang lain harus memikul tanggung jawab bersama yang ditinggalkan oleh bos saya selamanya. Kami harus mengurus semua hal yang selama ini tidak kami pegang dan harus kami pelajari secepat mungkin. Kalimat yang keluar dari rekan kerja saya kepada saya saat itu "Untung mbak ga jadi resign." iya, kalau saya jadi resign entah jadi seperti apa kami saat itu.

Sampai saat ini, saya masih merindukan sosok bapak, rindu yang tak akan pernah hilang, karena beliau tidak akan pernah saya lupakan dihidup saya. Selama 7 tahun bekerja bersama beliau, saya diajari banyak hal, dibimbing banyak hal, entah sebagai teman kerja, pemimpin, ataupun sebagai sosok orang tua saya. Saya merindukan bapak, semoga bapak beristirahat dengan tenang disana bersama ibu, saya akan terus mendoakan bapak dan ibu disana.

Agustus

Menjalin Komunikasi Kembali, Rumah Sakit, Vaksin.

Selain pekerjaan yang bertambah banyak dan adaptasi ulang pekerjaan sampai membuat saya vertigo berkali-kali. Pada bulan ini saya juga memulai komunikasi kembali dengan dia setelah sekian lama. Tahun lalu tiba-tiba kami saling pergi dan berkomunikasi sebentar-bentar saja dengan jawaban saya yang rada ketus, kadang dia juga sih. Tak sepeduli seperti tahun-tahun sebelumnya. Intensitas komunikasi kami bisa dihitung kayak hanya dua-empat bulan sekali setelahnya. Pada bulan ini tiba-tiba dia menanyakan tentang cryptocurrency ke saya. Padahal sebelumnya dia sangat tidak setuju dengan investasi ini dia bilang ini seperti perjudian, (ya sedikit benar). Meskipun belum intens juga, kami mencoba untuk berkomunikasi entah di DM IG ataupun via Whatsapp. Ya masih juga sama, dia sering ngilang-ngilang gak jelas berujung bikin aku marah.

Karena kehilangan yang membuat badan saya drop dan pingsan saat naik motor, akhirnya sayapun ke dokter saraf dan dirujuk ke dokter jantung. Sempat beberapa kali rawat jalan sampai akhirnya saya putuskan untuk tidak melanjutkan perawatan meskipun sampai sekarang diagnosanya belum ketemu. Semoga pingsan kemarin benar-benar karena kondisi psikologi saya yang masih terpukul dengan kepergian bos saya. Karena saat di USG Jantung dokter bilang kondisi jantung saya dalam kondisi baik, semoga selamanya begitu. Amin.

Pada bulan ini saya mendapatkan jatah vaksin pertama saya di waduk jatiluhur. Vaksin yang saya terima berjenis Vaksin AstraZeneca, saya sudah menulis cerita lengkapnya disini.

September

Pulang ke Desa, Membuat SIM A, Menyetir Sendiri. 

Mei kemarin sudah saya sampaikan kalau saya memutuskan untuk membeli mobil di Solo. Karena Covid-19 pada Juni dan Juli sedang parah-parahnya, mobil yang seharunya tiba dalam 3 minggu menjadi delay sampai sebulan lebih. Pada akhirnya mobil saya datang pada bulan Juli dan karena pekerjaan sedang gila-gilanya, dan saya masih dalam kondisi berduka saya memutuskan untuk pulang setelah setidaknya mendapatkan 1 shot vaksin Covid-19.

Sampai dirumah saya langsung diajari menyetir oleh ibu saya yang sebenarnya beliau sendiri tidak bisa menyetir, lol. Tapi jangan salah, ibu saya sudah menjadi pemilik roda empat dari dulu, sudah sering malang-melintang menjadi penumpang truk sejak saya masih kecil. Tentu ibu saya lebih pintar dalam mengarahkan sopir daripada mengarahkan tangannya sendiri haha. Saya langsung diajar menyetir berputar ke desa kami dulu. Saya sebenarnya sudah bisa menyetir ya, sudah pernah kursus 2019 silam, tapi karena jarang dipakai skillnya jadi saya harus memulai ulang, manasi tangan kaki lah intinya.

Sorenya saya menyetir lagi ke arah yang lebih jauh bersama sepupu dan ponakan juga, lalu berfoto di puncak dekat rumah karena pas sekali posisinya saat iru sedang sunset. Besoknya menyetir lagi kearah kecamatan bersama ibu lagi, lalu dilanjut di training kakak saya untuk parkir didepan rumah, dan lanjut menyetir ke arah lain untuk membeli sate untuk dibagikan ke tetangga, selesai. Besoknya saya lalu pulang ke Purwakarta dengan pertama-tama mampir ke Polres Grobogan untuk membuat SIM A.

Selesai membuat SIM A saya lanjut berangkat ke Purwakarta bersama kakak dan ibu dan mampir ke rumah anak kakak saya. Sudah sangat lama kami tidak berjumpa dengan ponakan saya ini, segitu kangennya kami jadi kami sempatkan mampir lalu berjalan kembali ke Purwakarta. Sepanjang perjalanan semua berjalan lancar, dan sesampainya di Purwakarta kami langsung beristirahat. Beberapa hari kemudian kakak dan ibu saya pulang ke desa, dan itulah pertama kalinya saya menyetir sendiri tanpa arahan kakak atau ibu saya. Syukurnya semua berjalan lancar, kalaupun ada lecet sedikti ya ga masalah.

Oktober

Saling Mengenal Kembali.

Tahun lalu saya sudah menyatakan perasaan saya ke dia setelah bertahun-tahun berkomunikasi lewat whatsapp dan IG. Tidak ada kata iya atau tidak dari dia, karena kami sama-sama belum begitu mengenal satu sama lain sedekat itu untuk menjalin hubungan. Sebenarnya saat itu dia selalu ada buat saya, bahkan saat saya tidak mengontaknya sekalipun karena menurut saya dulu itu dia tidak memiliki perasaan apapun kepada saya, dan saya cukup tahu diri untuk pergi.

Namun setelah setahun kami benar-benar hilang kontak, hanya sekali dua kali menyapa dalam 2/3 bulan sekali, akhirnya kami mulai menepis ego kami untuk saling menyakiti sejak Agustus ini. Pada Oktoberpun akhirnya setelah perbincangan yang cukup intens diputuskanlah kami untuk saling mengenal satu sama lain lagi. Dulu kami berkomunikasi hanya saat sabtu datang, atau bahkan 2 minggu sekali. Sekarang kami saling commit untuk saling berkomunikasi setiap hari dan untuk saling ketemu suatu hari nanti. Sayapun menjadi lebih terbuka dengannya, begitu juga dia ke saya. Meskipun memang saya masih merasa memiliki batas tertentu untuk menanyakan sesuatu ke dia karena status hubungan kami yang belum jelas. Pelan-pelan saja.

November

Pertemuan, Naik Pangkat, Diet GGL.

Bulan ini bulan dimana dia dilahirkan, dia mengambil cuti selama satu minggu setelah kerja selama 2 minggu non-stop. Saat itu dia berencana untuk datang kesini bertemu saya. Namun karena masih harus ada karantina selama 3 hari, urunglah dia untuk datang. Tanpa dia kasih penjelasan-pun saya paham kenapa rencana ini harus ditunda. Perjalanan dari sana ke sini saja memakan berhari-hari, kalau ditotal perjalanan PP serta 3 hari karantina praktis seminggu takkan menghasilkan apa-apa. Saya cukup sedih saat itu, tapi ya mau bagaimana lagi, Covid-19 sucks!

Pada bulan ini juga ada rapel kenaikan gaji selama tahun 2021, lumayan menguras tenaga karena saya harus berkomunikasi dengan pihak jepang saya tentang ini. Tetapi semua itu terbayar saat pihak jepang kami memberitahu kalau tahun depan saya akan mendapatkan kenaikan pangkat yang diiringi dengan kenaikan gaji juga. Alhamdulillah rejeki yang tak terduga. Pada bulan ini juga ada karyawan baru di kantor yang mengambil pekerjaan bos saya sebelumnya. Syukurlah ada pihak yang lebih paham mengenai pekerjaan beliau dan cukup meringankan pekerjaan kami disini.

Karena pekerjaan tidak se-hectic sebelumnya, saya juga memulai program GGL yang seharusnya sudah saya mulai Juli kemarin. Pelan-pelan saya mulai adaptasi dengan pola makan menggunakan gram yang harus saya rencanakan dari hari sebelumnya. Sudah memenuhi kalori yang dibutuhkan tubuh saya atau belum, kalau sudah lanjut masak saat pagi hari dan sepulangnya dari kantor. Setelah itu juga masih harus olahraga selama 30 menit. Lumayan segar badan setelahnya, pelan-pelan mengikuti program ini untuk mengembalikan berat badan ideal saya yang kabur semenjak Covid-19 datang.

Desember

Bandung, Sweet like a Candy

Awal desember memutuskan untuk menghubungi sahabat (Devi) dan ku ajak main ke Bandung yang di iyakan dalam beberapa detik. Tapi karena jempol kaki lagi cantengan dan juga bapaknya Devi lagu ultah akhirnya kita tunda sampai minggu setelahnya. Kita dapet hotel aja H-2 kalau ga salah, lumayan bikin pusing juga cari hotel karena harganya yang mahal mentang-mentang lagi pada nge-hits lagi abis orang-orang pada vaccine. Perjalanan dimulai dari si Devi datang ke Purwakarta lalu besoknya kami lanjut roadtrip ke arah Padalarang lalu naik ke Lembang dan turun ke Bandung. Begitu saja, ga banyak tempat tapi cukup membuat kita refresh dari hiruk pikuk dunia Covid ini.

Dia entah mengapa tiba-tiba sweet banget kayak permen, ngasih khayalan tentang gimana kalau kita ke Christmast Market untuk minum wine hangat lalu pulang ke rumah dibawah salju yang turun lalu menonton film berdua di rumah. Benar-benar impian sekali bisa melakukan itu bersamanya. Tapi apakah itu nanti akan beneran berjalan? Kami juga sempat membicarakan pernikahan yang lebih banyaknya dia yang mengutarakan pendapatnya dibanding saya. Rasanya seperti dia sudah memantapkan pikiran bahwa ini nanti akan sangat sulit untuk kita berdua dan apapun yang saya katakan sepertinya tidak akan didengar olehnya. Itu sangat menyakitkan sih, beberapa hari lalu dia sangat manis lalu beberapa hari setelahnya menyakitkan sekali. Entah apakah hubungan kami ini akan berhasil atau tidak, saya sudah cukup lelah sebenarnya.

-

Tidak terasa setahun telah berlalu dan pahit manis hidup ada disetiap detik perjalanan kita dalam mengarungi tahun-tahun ini. Semua berharap setiap saat akan berjalan mulus dan berakhir bahagia, namun hidup memiliki jalannya sendiri untuk memberikan pelajarannya pada kita. Meski begitu, saya tetap berharap bahwa tahun yang berlalu tersebut akan menjadi pijakan saya untuk melangkah ke tahun selanjutnya. Harapan untuk mendapatkan yang terbaik dan kejutan yang membahagiakan akan tetap menjadi prioritas utama saya dalam melangkah di tahun ini. Dan saya harap semua akan bahagia serta mendapatkan apa yang sepantasnya didapatkan pada tahun ini, kesehatan terutama.

Selamat Tahun Baru 2022.



umiatikah

You Might Also Like

0 Comments

Bookshelf: Favorite

The Notebook
A Woman Is No Man
A Copy of My Mind
Ayah
Gadis Kretek
Inteligensi Embun Pagi
Gelombang
Amba: Sebuah Novel
Supernova: Akar
Supernova: Petir
Partikel
Cantik itu Luka
Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
Ronggeng Dukuh Paruk
Pulang
Bumi Manusia

Quotes

“Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.” Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

Goodreads

2020 Reading Challenge

2020 Reading Challenge
Umi has read 3 books toward her goal of 12 books.
hide